Lestarikan Makanan Lokal, Dinas Ketahanan Pangan Gelar Lomba Mosolori di Momen HUT Kota Kendari

advertorial

Kendari, SATUSULTRA – Dalam rangka melestarikan makanan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Tolaki Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar mosolori atau mosonggi di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-193 tahun.

Diketahui lomba mosolori akan diikuti oleh para Camat, Lurah, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari akan melaksanakan lomba mosolori saat HUT ke 193 Kota Kendari.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Abdul Rauf saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/5/2024). Dijelaskannya bahwa untuk melestarikan panganan lokal maka pihaknya melaksanakan lomba mosolori. Dalam lomba itu akan diikuti kurang lebih 55 peserta. Mulai dari Lurah, Camat dan Kepala ODP Pemkot Kendari.

“Lomba ini akan dilaksanakan di tambat labuh di kawasan Kendari Baech jalan H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat pada tanggal 8 Mei sehari sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-193 tahun,” ungkapnya.

Mosolori adalah tradisi masyarakat Suku Tolaki yang akan terus dilestarikan.

Dalam kesempatan itu, mantan Kadis Sosial itu menyampaikan bahwa lomba mosolori juga merupakan dispesifikasi pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Artinya ketika pangan lokal dilestarikan maka hal itu membantu menekan inflasi yang terjadi di kota Kendari.

“Kita manfaatkan pangan lokal dan hal itu sesuai dengan program pemerintah anti boros pangan. Kita jangan hanya mengharapkan beras. Keadaan keluarga kita di sektor pangan bisa terkendali karena sumber-sumber pangan lokal masih ada,” bebernya.

Dan hal ini juga tambahnya lagi digalakkan oleh Penjabat (Pj) Walikota Kendari, Muhammad Yusu dalam hal memanfaatkan pekarangan rumah atau lingkungan walaupun kecil.

“Seperti menanam sayur-sayuran, tomat dan lain sebagainya. Ini juga bagian dari menekan angka inflasi,” kata Abdul Rauf.

Kemudian Abdul Rauf mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kendari agar tidak boros pangan, artinya ketika makan maka harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jangan ada sisa kalau kita makan. Kasihan kalau dibuang. Dan lagi-lagi saya katakan itu adalah bagian dari menekan inflasi,” paparnya.

Selain itu, Abdul Rauf menuturkan bahwa dalam lomba mosolori tersebut disupport oleh Bank Indonesia (BI).

“Ini juga merupakan suatu kesyukuran karena BI akan terlibat langsung dalam lomba melestarikan ciri khas Tolaki,” tandasnya. (adv)

Please follow and like us:
Pin Share

Komentar