Terkait Kasus Blok Mandiodo, Kejati Diminta Periksa Pimpinan PT Gio Nikel Nusantara dan PT Bumi Nusantara Researches

Hukrim2206 views

Kendari, SATUSULTRA – PT Gio Nikel Nusantara dan PT Bumi Nusantara Researches diduga terlibat dalam pusaran tindak pidana korupsi di Blok Mandiodo milik WIUP PT Antam, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Atas dasar itu, Konsorsium Masyarakat Pemerhati Daerah (KMPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Jenderal lapangan massa aksi, Pauzan Dermawan mengatakan kedua perusahaan trader tersebut diduga kuat terlibat dalam pembelian ore nikel ilegal didalam wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT. Antam dengan menggunakan dokumen milik PT. Mandala Jayakarta.

Tak hanya itu, kedua perusahaan tambang itu juga diduga kuat memalsukan laporan hasil verifikasi, dengan menggunakan dokumen milik PT. Mandala Jayakarta dengan no LHV: 0307.10/TPU-Minerba/XII/2022. dan PT.Gio Nikel Nusantara dengan no LHV: LHV. KDR.3270/CS/Des/2022.

Kemudian tambahnya perusahaan itu diduga menggunakan kapal tongkang dan tugboat yang sandar di salah satu jetty di Blok Mandiodo yakni kapal yang digunakan PT. Gio Nikel Nusantara TB. Maitreya I/ BG.Teratai Putih II dan PT. Bumi Nusantara Reseaces menggunakan kapal bernama TB. Natasha Sukses/BG Pertama PLA 3312.

Oleh sebab itu, berdasarkan temuan diatas pihaknya meminta lembaga yang dipimpin Patris Yusrian Jaya itu segera memanggil dan memeriksa pimpinan PT. Gio Nikel Nusantara dan PT. Bumi Nusantara Researches. “Seyogyanya, Kejati Sultra harus segera melakukan pemanggilan, pemeriksaan hingga penangkapan terhadap pimpinan kedua perusahaan tersebut, pasalnya mereka diduga telah merugikan negara hingga ratusan miliyar,” jelasnya, Rabu (6/9/2023).

Kedua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut diduga telah melakukan pelanggaran hukum hingga merugikan negara miliaran rupiah. “Atas pelanggaran-pelanggaran itu, kami minta Kejati untuk memeriksa dan melakukan penangkapan terhadap kedua pimpinan perusahaan itu,” tandas Pauzan. (c)

reporter : Arsya

Komentar