Presiden Jokowi Berpesan Maksimalkan Bendungan Ameroro

Headline2139 views

Konawe, SATUSULTRAPresiden Joko Widodo, meresmikan Bendungan Ameroro di desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Selasa (14/5/2024).

Peresmian ini dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Pj.Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, dan Pj. Bupati Konawe, Harmin Ramba serta rombongan pejabat negara. Ini merupakan bendungan Ke- 40 yang diresmikan Presiden Jokowi semasa pemerintahannya.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa bendungan Ameroro ini sebagai sumber daya tampung air baku untuk mengairi lahan pertanian. lanjut bendungan ini merupakan sumber candangan air yang berada di kab.konawe sebagai pengendali banjir.

Pada tahun 2020 lalu, Bendungan Ameroro ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 98,81 juta m3, Selain itu, bendungan ini juga akan menambah jaringan irigasi seluas 3.300 hektar.

“Bendungan Ameroro ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Bendungan Ameroro mulai di kerjakan pada Desember 2020 dengan biaya APBN sebesar Rp1,5 triliun, saya berharap manfaatnya jauh lebih besar lagi yang dipakai bangun bendungan Ameroro ini,” harap Jokowi.

Ia berharap, bendungan Ameroro ini dapat difungsikan semaksimal mungkin, salah satunya sebagai tempat destinasi wisata daerah untuk meningkatkan sumber perekonomian lokal masyarakat.

Bendungan Ameroro digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., (Adhi Karya) (KSO HK-Adhi). Perinciannya yakni porsi Hutama Karya sebesar 65% dan Adhi 35%, dengan total luas garapan lahan mencapai 578,78 hektare (Ha) dengan kapasitas tampung 98 juta m3 dan luas genangan 380 Ha.

Kehadiran Bendungan Ameroro yang berlokasi di Kecamatan Uepai, Sulawesi Tenggara ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar di antaranya berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3.363 Ha yang mana sebelumnya hanya sebesar 1.903 Ha.

Di samping itu pop555, bendungan ini juga berperan sebagai pemenuhan air baku sebesar 511 liter per detik, berpotensi dapat di manfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTM) sebesar 1.3 megawatt, sebagai qpengendali banjir di Kabupaten Konawe sebesar 443 m3/detik dan potensi menjadi objek wisata bagi masyarakat sekitar. (*)

Reporter : Dhery Hermansyah

Komentar