Jakarta, SATUSULTRA – Pemerintah melakukan langkah optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak lagi enam hari seminggu, penyaluran MBG hanya dilakukan menjadi 5 hari, dengan sejumlah catatan pengecualian.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, melalui konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
Pengecualian yang disyaratkan pemerintha untuk tetap menerima MBG 6 hari dalam seminggu mencakup wilayah asrama, daerah 3T, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi guna memastikan transformasi ekonomi tetap efisien namun tepat sasaran.
“Keseluruhan kebijakan ini adalah bagian dari transformasi struktural, menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif dan berdaya tahan,” ungkapnya.
Melalui penyesuaian durasi penyediaan MBG, Airlangga menyebut negara berpotensi untuk menghemat anggaran hingga Rp20 triliun.
Melalui momen tersebut juga, Airlangga mengajak seluruh elemen untuk bersatu di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif dan mendukung efisiensi dan transformasi budaya kerja ini,” tandasnya. (*)
Editor : Linri Merinda








Komentar