HIV/AIDS di Kolaka Mulai Mengkhawatirkan, Ini Upaya Dinkes Kolaka Memutusnya

Kolaka, SATUSULTRA – Hanya dalam tempo lima tahun, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus Infection/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Kolaka telah mencapai 110 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka bergerak cepat untuk memutus rantai penyebarannya.

HIV adalah virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan AIDS. Sampai saat ini, belum ada obat yang menyembuhkan infeksi HIV. Namun ada beberapa jenis anti virus yang digunakan untuk mencegah penggandaan diri virus HIV dalam darah hingga tidak terdeteksi.

baca juga : 110 Warga Kolaka Positif HIV/AIDS

Untuk memutus rantai penularannya di Kolaka, Dinas Kesehatan Kolaka terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan virus mematikan ini. Sementara kepada penderita, Dinkes melakukan pengobatan antiretroviral (ARV) untuk mengurangi risiko penularan dan menghambat infeksi.

“Mereka yang dinyatakan positif HIV, kami siapkan ARV di rumah sakit. Obat ini memang tidak bisa menyembuhkan, tapi setidaknya mengerem laju perkembangannya. Karena sampai sekarang HIV ini memang belum ada obatnya. Untuk penderita ibu hamil kami anjurkan minum terus ARV, agar ada harapan bayinya bisa tidak kena penyakit ini. Meskipun kecil kemungkinan tapi ada harapan anaknya selamat dari HIV,” jelasnya.

Langkah pencegahan lainnya, Aris juga menghimbau agar warga Kolaka selalu berperilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari hubungan seks bebas.

“Kemudian langkah konkrit yang dilakukan Pemda Kolaka ke depan, yaitu akan melakukan skrining ke seluruh warga berisiko. Apalagi ke depan di Kolaka ini akan ada penerimaan tenaga kerja besar-besaran di bidang pertambangan. Jadi semua nanti calon pekerja akan kami skrining HIV. Saya sudah laporkan kepada pak bupati (H. Ahmad Safei), dan beliau janji akan menganggarkan pembelian alat deteksi khusus HIV. Karena alatnya juga seperti rapid test Covid supaya bisa langsung kelihatan hasilnya,” pungkasnya.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, HIV dapat ditularkan melalui beberapa cara yakni hubungan seksual (anal dan vagina) tanpa kondom, transfusi darah dan transplantasi organ dari orang yang terinfeksi HIV, penggunaan jarum yang terkontaminasi atau tidak steril, serta transmisi dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya selama kehamilan, persalinan dan menyusui.

HIV tidak menular melalui bersentuhan, berciuman, bersalaman dan berpelukan, berbagi peralatan makan dan minum, menggunakan kamar mandi bersama, berenang di kolam renang, gigitan nyamuk maupun tinggal serumah bersama ODHIV. (jar)

editor : Indri

Komentar