Hadiri Silaturahmi Kerukunan Wonggeduku Mepokoaso, Harmin Ramba “Bocorkan” Keberhasilan Membangun Konawe

Konawe, SATUSULTRA  – Malam silaturahmi yang hangat dan penuh keakraban menghiasi rangkaian kunjungan kerja PJ Bupati Konawe ke wilayah Wonggeduku barat. Acara ini tidak hanya menjadi momen bersilaturahmi, tetapi juga merajut kebersamaan dalam konsep medulu, meronga ronga, dan mepokoaso.

Dalam suasana yang akrab, masyarakat Wonggeduku barat menyambut kedatangan PJ Bupati Konawe. Berbagai kegiatan diadakan, mulai dari acara lulo bersama dan hingga pertemuan santai.

PJ Bupati Konawe, dalam sambutannya, menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai permasalahan di daerah. “Konsep medulu, meronga ronga, dan mepokoaso adalah pondasi yang kuat untuk membangun sinergi dan keharmonisan antarwarga. Melalui kebersamaan, kita dapat menghadapi setiap tantangan dengan lebih baik,” ujar PJ Bupati, Selasa (26/12/2023).

Pada pertemuan malam tersebut, ia menjelaskan tugas jabatannya selama satu tahun memimpin Konawe yakni menjaga terlaksananya pemerintahan, baik pelayanan masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan.

Ia kemudian membeberkan kinerjanya dalam 100 hari memimpin Konawe. Untuk masalah stunting, saat pertama dilantik, angka stunting Konawe tertinggi di Sultra, mencapai 28 persen. Ditangan Harmin, angka tersebut dipangkas hingga menjadi 5,7 persen.

“Kenapa bisa turun hingga menjadi 5,7 persen? Karena sudah 23 kecamatan saya jalan, melakukan program stunting melalui bantuan pemberian beras bantuan asupan gizi dan sosialisasi,” ungkapnya.

Selanjutnya terkait inflasi. Sebelum Harmin, tingkat inflasi di Konawe mencapai 2,6 persen. Namun sekarang tingkat inflasi Konawe hanya 2,3 persen.

“Tapi inflasi itu tidak bagus klau terlalu rendah paling rendah 2 persen paling tinggi 4 persen,” jelas Harmin.

Kemudian, angka kemiskinan ekstrem. Di Konawe, sebelumnya angka kemiskinan sebesar 13 persen dan kemiskinan ekstremnya sebesar 11 persen. Namun setelah 3 bulan di gempur dengan berbagai program, angka kemiskinan ekstrem di Konawe kini hanya sebesar 6 persen.

Ia mengatakan, menggunakan metode pembangunan dengan mengabungkan 3 hal dengan pendekatan budaya, di dalamnya ada pemerintah, agama, masyarakat dan budaya. Sehingga konsep pembangunan adalah bagaimana menyatukan melaksanakan pembangunan ini dengan pendekatan budaya.

“Tidak bisa kita membangun dengan model konsep pembangunan tanpa melibatkan pendekatan budaya,” tutupnya. (*)

Reporter Dhery Hermansyah

Please follow and like us:
Pin Share

Komentar