Cek Kesehatan Hewan Qurban Dikenai Retribusi

Warga Belum Tahu Ada Retribusi

Daerah2138 views

Kolaka, SATUSULTRA – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) kabupaten Kolaka telah membentuk tim untuk mengecek kesehatan hewan qurban. Namun, pemeriksaan itu tidak gratis. Kadis Bunak Kolaka, Hasbir Jaya Razak mengatakan ada tarif pengecekan hewan qurban, sesuai Peraturan Daerah (Perda) kabupaten Kolaka.

Ia merinci, untuk pemeriksaan kesehatan qurban sapi, dikenai retribusi sebesar Rp75 ribu perekor, sedangkan kambing Rp50 ribu.

“Pemeriksaan kesehatan hewan qurban itu penting agar kita juga terbebas dari ancaman penyakit yang ditularkan oleh hewan. Ini juga akan berkontribusi terhadap pembangunan di Kolaka khususnya terkait peningkatan PAD kita,” jelas Hasbir, Minggu (25/6/2023).

Bukan hanya pemeriksaan kesehatan hewan qurban saja yang ditarik retribusinya. Pemotongan hewan qurban juga dikenai retribusi.

Hasbir menjelaskan, untuk pemotongan yang dilakukan secara mandiri, dikenai biaya retribusi Rp100 ribu perekor sapi, kerbau atau kuda. Kambing atau domba perekornya Rp75 ribu. Sedangkan jika melakukan pemotongan di Rumah Potong Hewan milik pemerintah, biaya retribusinya sebesar Rp75 ribu perekor untuk sapi, kerbau dan kuda, serta Rp50 ribu perekor kambing dan domba.

Retribusi terhadap pemotongan hewan qurban itu ternyata belum diketahui oleh sebagian warga. Imah, salah seorang warga di kecamatan Kolaka yang akan berqurban sapi saat Idul Adha, terlihat kaget ketika ditanya mengenai retribusi pemotongan. Menurutnya penarikan retribusi, meski pemotongan dilakukan mandiri, terkesan dipaksakan.

“Kalau ada biayanya karena kita potong di RPH, itu masuk akalji, karena mereka yang potong dan bersihkan. Tapi kalau kita yang potong, nah itu biasa ada juga kita kasih pak Imam (penyembelih qurban) amplop, yang potong juga kita kasih pembeli rokok, masa mau bayar ki lagi retribusi,” herannya.

Ia juga mengaku tak tahu ada tim pemeriksa kesehatan hewan qurban. Namun terkait biaya retribusi pemeriksaan kesehatan, ia beranggapan hal itu wajar saja.

“Kalau itu wajar ji, supaya kita yakin qurbannya aman,” tandasnya. (lin)

Komentar