Kendari, SATUSULTRA – Forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026, secara resmi dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (RI), Akhmad Wijayagus, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/5/2026).
Forum UCLG ASPAC menghadirkan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Turki, Nepal, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Maldives dan Kiribati serta perwakilan dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia.
Forum tersebut menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama antar negara maupun pemerintah kabupaten/kota Se-Indonesia, dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan di kancah global.
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, dalam sambutannya mengatakan, forum UCLG ASPAC menjadi wadah strategi, untuk mempererat solidaritas internasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Indonesia memiliki kekuatan besar sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, kekayaan budaya, hingga potensi wisata bahari dan biodiversitas yang menjadi daya tarik global.
“Pertemuan ini menjadi momen yang sangat penting untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global,” katanya.

Indonesia, kata dia, tidak hanya kuat dari sisi wilayah daratan, namun juga memiliki kedaulatan laut yang luas dengan potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis pariwisata dan sumber daya alam berkelanjutan.
“Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 288 juta jiwa dan menjadi negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Dengan skala wilayah yang sangat besar, pemerintah terus mendorong sinergi antara kebijakan pusat dan daerah agar pembangunan dapat berjalan merata,” jelasnya.
Wamendagri menganalogikan, kekayaan budaya Indonesia layaknya laboratorium budaya dunia, dengan lebih dari 1.200 suku bangsa. Kekuatan budaya dan kearifan lokal tersebut, harus menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah.
Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, dalam sambutannya mengatakan, Asia Tenggara menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata dunia. Olehnya itu, pemerintah daerah memegang peran penting dalam memastikan sektor pariwisata mampu tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah adalah garda terdepan dalam mengelola destinasi, menjaga kebersihan, keamanan, serta memastikan masyarakat mendapat manfaat dari sektor pariwisata,” katanya.
Bernadia lebih lanjut mengatakan, sektor pariwisata domestik Indonesia saat ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia, dengan lebih dari satu miliar perjalanan wisata domestik pada 2025. Sektor tersebut, menopang kehidupan jutaan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan, Kota Kendari bukan saja sekadar menjadi tuan rumah pelaksanaan forum UCLG ASPAC atau forum pemerintah daerah se Asia Pasifik. Namun lebih dari itu, Siska berharap, Kota Kendari lebih dikenal di kancah internasional.

Dengan pelaksanaan forum tersebut, Siska membuka kran kerja sama selebar-lebarnya bagi negara lain maupun pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia.
“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu Kota Kendari, tapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan, dan kepercayaan adalah hal paling berharga dalam membangun kerja sama,” jelasnya.
Walikota juga berharap, forum tersebut menjadi momentum memperkenalkan wajah Kota Kendari kepada dunia, di samping juga untuk menunjukkan komitmen daerah, dalam menjaga lingkungan, budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari, dijadwalkan berlangsung selama tiga hari yakni dari 7 sampai 9 Mei 2026. (*)
Reporter : Linri Merinda








Komentar