Laporan : Linri Merinda
Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-62 pada 27 April 2026, menjadi tonggak penting bagi PT. Antam Unit Bisnis Pengelolaan Nikel (UBPN) Kolaka, untuk membuktikan keberadaan hingga kebermanfaatan bagi Sultra. Tak sekadar mengeruk perut Bumi Mekongga, perusahaan plat merah itu, memberi kontribusi nyata untuk daerah. Dari Kolaka menuju Kota Kendari, dari Bumi Mekongga menuju Bumi Anoa, PT. Antam UBPN Kolaka, hadir untuk memeriahkan pameran pembangunan “Harmoni Sultra”.
Terik mentari Jumat (24/4/2026) pukul 13.30 Wita, di kaki langit Kota Kendari, menjadi noktah yang mewarnai perjalanan PT. Antam, dari Bumi Mekongga menuju Bumi Anoa. Namun siang itu, tak menyurutkan semangat karyawan untuk menyulap booth berukuran 2 petak di bawah tenda kerucut putih. Semuanya bahu membahu, merampungkan booth berangka baja, yang berdiri tak jauh dari panggung acara Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-62.
Mereka harus merampungkan pernak-pernik booth agar nampak sedap di pandang mata, kurang dari 5 jam. Sebab malamnya sekira pukul 20.00 Wita, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, akan membuka pameran secara resmi dan direncanakan akan mengunjungi booth perusahaan tambang yang beroperasi di Sultra.

Tak ayal, staf PT. Antam UBPN Kolaka, sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang sibuk menggergaji balok kecil ada yang memegang palu untuk memasang backdrop, ada pula dua staf perempuan yang turut serta membantu sambil sesekali bercerita, namun tetap fokus mengerjakan tugas untuk mempercantik booth PT. Antam. Bahkan, ada yang dengan sengaja membuka baju karena kepanasan, namun tetap harus berjibaku memasang list plafon tenda dengan bor di tangan kanan, di tengah panasnya matahari yang bersinar terik, siang itu.
“Permisi, ada pak Arwin pak?,” tanya jurnalis media ini pada staf lelaki yang saat itu, memakai topi caping dan sibuk memotong kayu balok dengan gergaji.
“Pak Arwin kebetulan lagi belanja kebutuhan booth bu. Beliau sibuk sekali karena persiapan pameran ini,” balasnya.
Obrolan singkat tersebut, menjadi penanda bahwa, apa yang diungkapkan staf PT. Antam UBPN Kolaka, bukan sekadar omongan, melainkan fakta yang tampak di depan mata. Dimana, mereka totalitas bekerja, guna mempersembahkan yang terbaik pada pameran Harmoni Sultra tersebut. Memang, masih banyak yang belum rampung, seperti lantai kayu yang masih tampak polos beralaskan papan, dinding yang juga masih polos dan belum ada backdrop atau baliho yang biasanya digunakan untuk menampilkan company profile.
Singkatnya, entah tepat di jam berapa mereka menyelesaikan pekerjaan menghias 2 booth yang jadi bagian PT. Antam UBPN Kolaka. Namun yang pasti, saat wartawan media ini datang kali kedua pada pukul 20.25 Wita, booth yang didominasi putih biru sesuai warna bendera perusahaan, yang di saat siang hari masih tampak semrawut, telah disulap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Bak sim salabim, mata pengunjung tak bisa menutupi kekaguman mereka dengan booth perusahaan tambang pertama yang beroperasi di Bumi Anoa, khususnya di Kabupaten Kolaka yang familiar dijuluki Bumi Mekongga.
Dari kejauhan, mata kita sudah disuguhi pemandangan cantik sedari luar. Ada manekin ber-uniform navy orange list abu menggunakan kaos tangan, masker hitam dan kacamata lengkap dengan helm biru, yang jadi uniform pekerja PT. Antam dan ditempatkan di sudut kanan booth. Di tengah, ada partisi yang makin mempercantik suasana Jumat (24/4) malam itu. Di sudut kiri, ada juga manekin yang mengenakan pakaian pekerja di pabrik peleburan.
Sementara di dalam booth, ada layar interaktif besar yang menampilkan sejarah berdirinya PT. Antam UBPN Kolaka di Pomalaa Kabupaten Kolaka, nursery mini perusahaan dan penangkaran rusa kerja sama dengan balai BKSDA. Semua dijadikan satu, dalam layar interaktif untuk memberi gambaran singkat pada pengunjung.

Selebihnya, perusahaan tersebut menampilkan company profile dalam bentuk spanduk berisi visi misi perusahaan tahun 2030 mendatang. Dimana, visi Antam 2030, menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis Sumber Daya Alam. Adapun misi-nya, menghasilkan produk-produk berkualitas dengan memaksimalkan nilai tambah melalui praktik-praktik industri terbaik dan operasional yang unggul, mengoptimalkan sumber daya dengan mengutamakan berkelanjutan, keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan karyawan serta kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi dan memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Tentu saja, bagian terpenting dari semuanya, PT. Antam UBPN Kolaka menampilkan citra perusahaan yang baru-baru ini diganjar PROPER Hijau oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada 9 April 2026. Penghargaan tersebut diraih, atas komitmen dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Perusahaan bahkan secara konsisten mengimplementasikan berbagai inisiatif lingkungan antara lain pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, efisiensi energi, penurunan emisi gas rumah kaca dan program reklamasi serta revegetasi di wilayah operasional.
PT. Antam telah membangun masa depan berkelanjutan dari kekayaan nusantara. Dimana perusahaan tersebut, menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Berkomitmen untuk maju dan bertumbuh bersama, dengan mendistribusikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
Pemandangan menarik itulah yang memantik hilir mudik pengunjung ke booth milik PT. Antam. Ada yang datang rombongan, ada pula yang datang sendiri-sendiri. Satu kata, mereka penasaran bagaimana perusahaan tambang yang telah ada sejak 5 Juli 1968 di Pomalaa Kabupaten Kolaka, bisa bertahan melintasi zaman hingga berdiri kokoh sampai saat ini. Mereka juga tak mau ketinggalan, melihat mineral bumi berupa bijih nikel yang mengisi booth tersebut.
PT. Antam UBPN Kolaka sejak awal telah berkomitmen, mengembangkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis lingkungan, yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Nah, khusus bagian ini, bukan sekadar kata tanpa fakta, melainkan bukti nyata yang perusahaan tersebut tampilkan di hadapan masyarakat Sultra. Di tengah-tengah booth, terpajang produk-produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) berupa kain tenun Mekongga, tas rajut hingga kripik.
Penanggung jawab booth PT. Antam UBPN Kolaka, Arwin, produk yang ditampilkan untuk mengisi booth perusahaan, merupakan produk UMKM binaan UBPN Kolaka. Namun, ada pula beberapa produk binaan dari UBPN Konut. Total ada 6 UMKM binaan yang turut berpartisipasi pada pameran harmoni Sultra tahun ini.
“Semua produk mulai dari hasil kerajinan tangan berupa kain tenun, tas maupun produk olahan berupa kripik, merupakan UMKM binaan PT. Antam UBPN Kolaka dan UBPN Konawe Utara. Ada 6 UMKM binaan kami yang ikut dalam pameran HUT Sultra tahun ini. Rinciannya, 4 binaan dari UBPN Kolaka dan 2 mitra dari UBPN Konut,” katanya, saat ditemui di depan booth, Jumat (24/4/2026) malam itu.
Menurut Arwin, keberadaan booth PT. Antam UBPN Kolaka, pada pameran yang diinisiasi untuk menyambut hari jadi Sultra pada 27 April 2026, merupakan wujud bakti perusahaan untuk mendukung pembangunan daerah, baik di Kabupaten Kolaka secara khusus dan Sultra secara keseluruhan.
“Kami hadir untuk mendukung pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Booth kami ini menjadi bukti bahwa, PT. Antam senantiasa mendukung pemerintah daerah dalam membangun provinsi Sultra. Tentu harapan kami, PT. Antam lebih dekat lagi dengan masyarakat Sultra,” tandasnya. (***)













Komentar