Kolaka, SATUSULTRA – Tak sekedar mewanti-wanti para Kadis yang baru saja dilantik. Bupati Kolaka H.Amri juga mengingatkan para istri kadis yang baru dilantik di Rujab Bupati, Senin (16/3/2026), untuk turut mendorong kinerja suami. Para istri ungkap bupati memiliki peran penting dalam menjaga semangat suami bekerja. Disamping itu istri juga harus lebih bijak dan sabar dalam menghadapi resiko pekerjaan suami yang akan berurusan dengan banyak orang.
Para istri Kadis ini sengaja diundang oleh bupati untuk menyaksikan dan mendampingi prosesi pelantikan suami. Atas kehadiran mereka, Bupati memberi pesan khusus. Menurut bupati, para istri harus tebal telinga. Apabila ada selentingan kabar tak sedap mengenai para suami yang sampai ke telinga, sikap istri haruslah bijak. Tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima, melainkan mencari tahu kebenaran tersebut. Apalagi terkait selentingan pihak ketiga.
“Sebagai seorang istri kepala dinas, jangan kita tipis telinga. Jangan baru dengar “katanya”, tiba tiba tidak ada baiknya bapak-bapak. Kalau itu terjadi, enak yang di luar (orang lain). Dia tidak rasakan proses panjang, yang bapak rasakan dengan istri ta,” katanya disambut gelak tawa.
Wejangan khusus Bupati bukan tanpa alasan. Bukan pula tanpa dasar. Setahun lebih menjadi Bupati Kolaka, Amri telah menerima 47 aduan dari para istri, yang menggugat cerai suami yang berstatus ASN. Amri cukup menyayangkan tindakan yang dilakukan para istri aparaturnya. Namun, ia pun tak bisa menahan keinginan mereka untuk tak menggugat suami. Amri hanya bisa berempati dan mendoakan yang terbaik bagi keduanya.
“Setahun lebih jadi bupati, sudah 47 orang minta cerai. Saya bilang sama istri-istri, kalian kok bisa kalah sama mereka (dugaan pihak ketiga)? Kalian start dari nol sama-sama. Dari tidak ada, jadi ada. Saya tidak membela kaum laki-laki. Cuma saya ingatkan, menarik kembali perjalanan kalian bersama- sama. Ini hidup, cuma 2 saja kuncinya, pintar bersyukur dan bersabar,” ujarnya.
Bupati berharap, dengan dilantiknya 8 Kadis, maka saat itu pula, para istri harus lebih bijak dan mendukung penuh, tugas yang diemban dan melekat pada jabatan Kadis yang diemban suami. Para istri, kata dia, harus memberikan support yang tinggi pada suami, agar maksimal dalam melaksanakan tugas. Sebab, menurutnya tonggak keberhasilan seorang Kadis dalam struktur jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga ada di tangan istri.
“Tolong semangat itu jangan kendur. Kawal suami untuk berikan spirit dan support, agar kinerja kepala OPD tetap terjaga. Itu campur tangan dari para istri. Proses itu begitu panjang, ibu-ibu melihat dari awal karir, perjalanan suami ta. Ini mereka tidak instan, tapi berproses. Untuk itu saya berpesan, tolong berikan support, karena 80 persen keberhasilan bapak-bapak, karena kenyamanan di rumah. Siapa yang kasih nyaman, ya ibu ibu,” jelasnya.
“Saya suka begadang, jangan kalau sy panggil suami ta, jangan lagi kita pikir yang macam-macam,” tambah bupati.
Dia juga mengingatkan keaktifan seorang istri, yang otomatis menjadi ketua dharma wanita, di tempat dinas suami masing-masing dan pengurus Pemberdayaan dana Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Kolaka. Sebab, pengaruh seorang istri terhadap keberlangsungan “Posisi” suami di satuan tugas, sangatlah besar.
“Untuk itu saya minta tolong, support kita punya suami. Ibu-ibu secara ex officio jadi ketua Dharma Wanita, tolong diaktifkan. Secara struktur, ibu-ibu masuk PKK. Jadi tolong aktif,” tandasnya. (*)
Reporter : Linri Merinda









Komentar