Baubau, SATUSULTRA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Baubau, Kamis (5/3/2026).
Memasuki hari ke-15 Ramadan 1447 Hijriah, agenda Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, menjadi sarana bagi gubernur untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat di Baubau.
Di hadapan masyarakat Baubau yang menghadiri safari ramadan, Gubernur Sultra, mengatakan, meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kami akan selalu tetap berkomitmen di tengah efisiensi. Kami berfokus bagaimana mensejahterakan masyarakat. Saya mohon dukungan dan restu, kolaborasi baik dari masyarakat maupun stake holder yang ada,” katanya.
Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan, untuk menyerap berbagai aspirasi dan masukan masyarakat terkait pembangunan daerah.
Gubernur menegaskan bahwa pemenuhan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, serta jaminan sosial bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama masyarakat di rumah jabatan Wali Kota Baubau, lalu dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah di Masjid Agung Baubau. Momentum tersebut, dimanfaatkan Pemprov untuk mempererat silaturahmi dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Gubernur, mengajak masyarakat memaknai bulan suci Ramadan dengan rasa syukur, kesabaran dan keikhlasan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Pada kesempatan itu, Gubernur bersama wali kota dan wakil wali Kota Baubau, juga menyerahkan bantuan paket Ramadan, kepada masyarakat. Sebanyak 200 paket bantuan, disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang membutuhkan.
Menutup sambutannya, gubernur berharap semangat beribadah masyarakat tetap terjaga hingga akhir Ramadan.
“Mari kita menjadikan bulan suci ini, sebagai sarana membangun kejujuran, memperkuat keikhlasan dan kesabaran serta meningkatkan ketekunan dan kepedulian, dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah,” tandasnya. (*)
Redaksi






Komentar