Beli Pembersih Lantai dan CCTV, Para Guru di Bombana Tertipu Produk Rusak

Bombana, SATUSULTRA – Aksi penipu berkedok penjual keliling memakan korban di beberapa sekolah di Bombana. Salah satunya, para guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 89 Boepinang Barat. Tidak hanya sekali, para guru di sekolah yang terletak di kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara itu, tertipu penjual penghapus noda tembok dan CCTV palsu.

Werdi, salah seorang guru di SD 89 Boepinang Barat mengatakan, beberapa bulan lalu penjual pembersih coretan di papan tulis, lantai dan tembok menjajakan dagangannya di sekolah. Pedagang tersebut mendemonstrasikan keandalan produknya di depan para guru. Demonstrasi tersebut sukses. Para guru dan kepala sekolah lalu memesan empat jerigen kapasitas 5 liter yang masing-masing berharga Rp350 ribu.

“Waktu dipraktekkan, memang kotoran mudah terangkat. Itu bisa menghapus noda yang melekat di papan tulis bisa juga lantai keramik maupun coretan dinding tembok,” ujar Werdi, dibenarkan oleh beberapa guru dan Kasek SDN 89 Boepinang Barat, Selasa (7/5/2022).

salah satu CCTV yang dibeli dan dipasang di SDN 89 Boepinang Barat. Baru beberapa hari digunakan, CCTV tersebut langsung rusak. Kini tampak sebagai pajangan saja. (supriadin)

Beberapa waktu setelah pesanan tiba, pembersih tersebut ternyata tidak bekerja sesuai yang didemonstrasikan sebelumnya. Cairan berwarna kekuningan yang mereka beli itu, tidak dapat membersihkan kotoran sesuai penjelasan penjual. Para guru dirugikan sebesar Rp1,4 juta.

“Ya, kami tertarik dengan penjelasan penjual kemudian kami pesan empat jerigen untuk mencobanya. Ini barangnya masih ada, mau dipakai juga tidak ada gunanya. Setelah kami coba, tidak bisa menghilangkan noda atau kotoran lantai ataupun dinding tembok,” kesalnya.

baca juga : Tujuh Daerah Mencari Pj Bupati, Wagub Ungkap Syaratnya

Tapi jauh sebelum itu, para guru di SDN 89 Boepinang Barat juga pernah tertipu oleh pedagang CCTV. Dengan iming-iming beli CCTV gratis HP, penipu tersebut berhasil menjual tujuh unit CCTV palsu pada para guru.

Werdi menuturkan, selain untuk sekolah, beberapa guru juga membeli CCTV berhadiah HP itu untuk dipasang di rumah masing-masing. Namun setelah dibeli, beberapa hari setelahnya, CCTV tersebut tak berfungsi lagi. Padahal CCTV tersebut mereka beli seharga tiga juta rupiah perunit.

“CCTV yang dibeli sebanyak tujuh unit. Saya juga beli untuk keperluan rumah pribadi. Begitu juga dengan kawan guru yang lain. Sekarang CCTVnya sebagai pajangan saja,” ungkap Werdi, sembari menunjuk cctv palsu yang menempel di tembok kantor SDN 89 Boepinang Barat.

“Jadi kami sekarang benar-benar kecewa dan merasa tertipu dan ini pembelajaran buat kami serta teman-teman yang lain karena yang beli barang ini bukan hanya kami ada juga di sekolah lain selain kami. Sehingga sejak hari itu kami mulai berhati-hati meskipun mengatakan mereka kerja sama pihak dinas kami tetap waspada,” sambung Werdi. (c)

reporter : Supriadin
editor : Linri

Komentar