Kendari, SATUSULTRA – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Sulawesi Tenggara (Sultra), akan menggelar Silaturahmi Wilayah (Silatwil), di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), (7/4/2026).
Kegiatan itu, menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi penyelenggara program studi Ilmu Komunikasi di Sultra, untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru ASPIKOM Sultra.
Silatwil direncanakan dihadiri Sekretaris Jenderal ASPIKOM pusat, bersama pengurus nasional lainnya. Forum itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarprogram studi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, serta pengembangan keilmuan komunikasi di wilayah Sultra.
ASPIKOM Sultra saat ini beranggotakan 6 program studi ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Sultra, ditambah ptogram studi jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO), yang turut aktif dalam pengembangan akademik dan jejaring keilmuan komunikasi di Sultra.
Untuk menyukseskan agenda tersebut, panitia telah membentuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), yang terdiri dari dosen ilmu komunikasi dari sejumlah perguruan tinggi yakni UHO, UMK dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra) dan Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).
Pembentukan kepanitiaan itu, dibahas dalam rapat persiapan pada Sabtu (7/3/2026) yang turut dihadiri pengurus ASPIKOM Pusat yakni Prof. Dr. H. Muh Najib Husein dan Koordinator Wilayah (Korwil) ASPIKOM Sultra, Dr. Jumrana.
Korwil ASPIKOM Sultra, Dr. Jumrana, mengatakan, Silatwil menjadi agenda penting untuk memperkuat koordinasi antarprogram studi komunikasi di Sultra, sekaligus menentukan arah organisasi ke depan melalui pemilihan pengurus baru.
“Kegiatan Silatwil ASPIKOM Sultra, akan dilaksanakan di Kampus UMK pada 7 April 2026 dan direncanakan dihadiri oleh sekretaris jenderal ASPIKOM pusat,” katanya.
Sementara itu, pengurus ASPIKOM Pusat, Prof. Dr. H. Muh Najib Husein, menyampaikan bahwa, rangkaian kegiatan Silatwil tidak hanya berfokus pada agenda organisasi, tapi juga menghadirkan kegiatan akademik berupa bedah buku dan seminar nasional.
Menurutnya, seminar tersebut akan mengangkat tema perkembangan komunikasi digital dalam dunia industri dan pendidikan yang saat ini mengalami transformasi sangat cepat seiring kemajuan teknologi informasi.
“Selain agenda Silatwil, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan bedah buku dan seminar yang membahas perkembangan komunikasi digital, khususnya bagaimana teknologi digital mengubah praktik komunikasi di dunia industri, sekaligus menuntut penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran di dunia pendidikan,” jelasnya
Ia menambahkan, perkembangan media digital, platform komunikasi daring, hingga kecerdasan buatan (AI) telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi informasi.
Kondisi tersebut, menuntut dunia pendidikan di segala level termasuk perguruan tinggi, khususnya program studi ilmu komunikasi, untuk terus memperbarui pendekatan akademik agar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat digital.
Melalui seminar, ASPIKOM diharapkan dapat menjadi ruang diskusi akademik bagi dosen, peneliti dan praktisi komunikasi untuk bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang komunikasi digital, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri media. (*)
Editor : Linri Merinda



Komentar