Kolaka, SATUSULTRA – Ditengah grafik meningkat penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza) serta penyebaran HIV/AIDS di Kecamatan Pomalaa, promosi kesehatan dapat menjadi salah satu upaya positif untuk memutus rantai penyebarannya. Karenanya, warga meminta sosialisasi pencegahan Napza dan HIV/AIDS yang dilakukan oleh PT Vale IGP Pomalaa dengan menggandeng beberapa stakeholder, dapat dilakukan secara kontinu.
Wati, salah seorang warga desa Sopura mengatakan cukup prihatin dengan semakin banyaknya kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kecamatan Pomalaa. Lebih menakutkan lagi karena angka penderita HIV/AIDS juga semakin bertambah. Ia khawatir dengan perkembangan anak-anak didaerahnya yang rentan terhadap dua kondisi tersebut.
“Itulah kita butuh pengetahuan tentang bahaya dan cara pencegahannya. Apalagi ini Pomalaa, banyak orang dari luar yang datang, kita tidak tahu apa yang mereka bawa, bisa saja penyakit atau pengaruh buruk, jadi memang harus kita tahu pencegahannya,” ungkap Wati.
“Harapan saya, supaya pelatihan seperti yang dilakukan PT Vale ini dapat diulang-ulang lagi ke depan,” imbuhnya.
Hal itu senada dengan yang diharapkan Kepala Puskesmas Pomala dr. Alriyani Hamzah. Menurutnya, dibutuhkan intervensi dari pemerintah dan sektor lain secara berulang seperti yang dilakukan PT Vale ini, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika dan HIV.
“Sosialisasi kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin. Meskipun singkat, kalau dilakukan berulang-ulang, masyarakat akan lebih mudah menangkap dan mengingat pesan yang disampaikan. Berbeda jika hanya sekali lalu tidak ada tindak lanjut,” jelasnya.
Ia juga mengakui, sosialisasi kesehatan PT Vale berhasil mengumpulkan masyarakat dalam jumlah yang banyak sehingga pesannya lebih mudah tersampaikan kepada khalayak.
“Bagi kami di Puskesmas, kegiatan seperti ini sangat membantu. Selama ini posyandu terkadang sepi peminat. Mengumpulkan warga itu tidak mudah. Namun ketika ada kegiatan bersama seperti ini, masyarakat lebih antusias hadir,” ujarnya.
Selain kepada masyarakat, Alriyani berharap sosialisasi dapat juga dilakukan di sekolah-sekolah, Tujuannya agar pesannya dapat tersampaikan kepada para remaja yang memang sangat rentan sebagai target penyalahgunaan Napza.
“Kedepan, kami berharap edukasi NAPZA bisa dilakukan langsung di sekolah-sekolah agar pencegahan dimulai sejak dini,” kata Alriyani.
Selain Napza dan HIV, hal yang butuh perhatian lainnya ungkap Alriyani adalah sosialisasi terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat. Sebab, perilaku yang tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan merupakan sumber dari berkembangan berbagai jenis penyakit.
“Saya berharap kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan, karena masih ada beberapa hal yang menjadi prioritas yakni, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, edukasi terkait penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus juga penting mengingat jumlah kasusnya terus meningkat,” tandasnya. (*)
Laporan : Redaksi













Komentar