PT. Vale Indonesia Kucurkan US$2,5 Juta di Blok Pomalaa, 72 Persen Tenaga Kerja Lokal

Kendari, SATUSULTRA – PT Vale Indonesia, terus meneguhkan komitmennya untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka-Sulawesi Tenggara (Sultra). Perusahaan nikel itu, mengklaim investasi sosial menjadi bagian penting dari aktifitas penambangan berkelanjutan. Hasilnya, sepanjang tahun 2015 hingga 2024, PT. Vale telah menggelontorkan lebih dari US$2,5 juta untuk program sosial di wilayah pemberdayaan.

External Relations PT. Vale Indonesia IGP Pomalaa, Adam, mengatakan, sepanjang tahun 2015 hingga 2024, perusahaan telah menggelontorkan lebih dari US$2,5 juta, untuk program sosial di wilayah pemberdayaan blok Pomalaa. Investasi tersebut dirancang dalam skema jangka panjang hingga 10 tahun. Nilai tersebut, akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan aktifitas perusahaan ke fase operasional penuh.

“Nilainya akan terus bertambah. Investasi sosial kami berjalan, searah dengan pertumbuhan perusahaan. Keberadaan tambang harus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal yang sudah ada. Prinsip kami bukan mengubah, tapi memperbaiki dan memperkuat,” katanya, saat buka puasa PT. Vale Indonesia IGP Pomalaa, bersama insan pers di Kota Kendari, Minggu (1/3/2026).

Sejak tahun 2015, perusahaan telah menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Pomalaa. Pada lima tahun pertama, perusahaan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar. Pendekatan tersebut dipilih karena pemberdayaan, membutuhkan fondasi pengembangan yang memadai.

“Untuk memberdayakan masyarakat, harus ada wadah dan sarana yang mendukung. Itu sebabnya kami memulai dari infrastruktur,” ujarnya.

Buka Puasa Bersama PT Vale dan Insan Pers di Kota Kendari (1/3/2026). Foto : Indri

Langkah yang ditempuh perusahaan, kata dia, merupakan bagian dari strategi dalam menjaga keberlanjutan operasi di tengah-tengah ekspansi proyek nikel terintegrasi di blok Pomalaa.

Adam kemudian mengurai pertumbuhan hingga peningkatan, nilai pemberdayaan yang diterima masyarakat lingkar tambang khususnya di Pomalaa. Selain menggelontorkan dana hingga US$ 2,5 juta untuk pemberdayaan masyarakat di lingkar tambang, Adam juga mengklaim bahwa PT. Vale Indonesia Tbk, telah mempekerjakan tenaga kerja lokal hingga jumlahnya mencapai 72 persen.

Capaian tersebut bukan hanya angka di atas kertas, melainkan fakta lapangan yang masuk data base perusahaan. Dengan mengacu pada peraturan daerah (Perda) yang mensyaratkan komposisi 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen non-lokal, PT. Vale mencatat realisasi serapan tenaga kerja lokal, telah mencapai 72 persen per Januari 2026. Sisanya 28 persen, merupakan tenaga kerja non-lokal dengan keahlian khusus yang belum tersedia di daerah.

Menurut Adam, hingga tahun 2025, sebanyak 1.411 masyarakat Kabupaten Kolaka, telah mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan perusahaan, dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) hingga pelaksanaan program internal. Capaian tersebut, kian memperkokoh posisi perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang.

“Tujuannya, bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan, melainkan untuk meningkatkan daya saing masyarakat di sektor pertambangan dan industri lainnya. Banyak lulusan pelatihan kami yang kini bekerja di perusahaan tambang lain. Ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas SDM lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, perusahaan tidak sekadar berorientasi pada produksi dan keuntungan semata, melainkan ada nilai yang dijunjung tinggi sebagai manifestasi peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang.

“Keberadaan tambang harus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal yang sudah ada. Prinsip kami bukan mengubah, tapi memperbaiki dan memperkuat,” tandasnya. (*)

Reporter : Linri Merinda

Please follow and like us:
Pin Share

Komentar