Ana Susanti, Dari Birokrasi Bidik Kursi DPR RI

Politik2384 views

Kendari, SATUSULTRA – Nama Ana Susanti terbilang masih baru di kancah perpolitikan Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, meski masih tergolong anak bawang, tak lantas menyurutkan niat dan langkahnya untuk menjadi anggota legislatif.

Alih-alih minder dengan pemain lama, Ana begitu ia karib disapa, malah tertantang untuk berkompetisi dengan para calon yang didominasi wajah lama.Tak tanggung-tanggung, bidikannya adalah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) daerah pemilihan (Dapil) Sultra dari partai Nasdem.

Laksana menemukan dunianya yang baru, niatnya untuk mengabdi pada daerah dalam skala yang lebih besar, makin memacu adrenalinnya untuk merebut simpati hingga suara masyarakat Sultra.

Ditemui di kediamannya di Kota Kendari, Jumat (4/8/2023), Ana Susanti mengurai banyak cerita dan optimismenya menuju Senayan.
“Saat ini saya sudah silaturahmi ke masyarakat di beberapa daerah seperti Kota Kendari, Bombana sampai Kabaena, Baubau dan Buton. Semua perangkat sudah mulai kami sebar seperti stiker, baliho dan kartu nama sebagai langkah awal. Insyaa Allah optimis bisa menjangkau 17 kabupaten/kota dan bisa meraih suara sesuai yang diamanatkan partai,” katanya.

Ana Susanti memang pendatang baru di panggung politik Sultra. Tapi sesungguhnya, dia sangat familiar bagi warga Kota Kendari. Betapa tidak, 16 tahun mengabdi sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) Kota Kendari, perempuan cantik itu, sudah mengetahui seluk beluk dunia birokrasi. Tak sekadar menjadi ASN biasa, tapi dia sudah menempati berbagai posisi strategis pemerintahan dan jadi salah satu “Kartini” andalan di era kepemimpinan Ir. Asrun sebagai walikota Kendari.

Tak heran, kata Ana, begitu mengetahui pencalonannya, teman-temannya di pemerintahan Kota Kendari, menyambangi kediamannya untuk sekadar silaturahmi dan temu kangen. Pengalamannya di birokrasi itulah
yang menjadikan perempuan yang pernah menjadi Ketua Forum Putra Putri Polri Sultra itu, optimis bisa meraih suara sebanyak-banyaknya dan menjadi wakil Sultra di Senayan 2024 mendatang.

Mantan Kabag Ekonomi Setda Kota Kendari itu, tak gentar melawan calon lain, baik dari sesama partai maupun calon yang berasal dari luar partai. Baginya, bersaing secara sehat, santun dan beretika, adalah cerminan diri yang harus ia pegang dalam menapaki panggung politik, tanpa harus menjatuhkan rival.

‘Sangat optimis dong, tapi tidak ambisius. Kita bekerja aja, bismillah. Dengan tujuan yang baik, calon- calon lain yang sesama anggota partai maupun yang beda, itu bukan saingan. Saya prinsipnya ke lapangan aja. Soal hasil, itu nanti. Mari kita berjuang sama-sama tanpa harus menjelek-jelekkan yang lain. Pesta demokrasi ini kita hadapi dengan riang gembira,” jelasnya.

Ana Susanti membawa amanat partai yang tidak mudah dari Nasdem. Orasi Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, saat menghadiri orientasi para Caleg Nasdem, di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (31/7/2023) lalu, mengharuskan semua calon yang bersaing memperebutkan kursi DPR RI, agar meraih 120 ribu suara. Tapi, bagi perempuan yang jadi ketua penasehat Bhayangkari itu, tantangan tersebut akan ia taklukkan bahkan meraup suara melampaui target partai yakni 180 ribu suara.. Makanya, Ana menyebut, Kota Kendari, Kabupaten Bombana, Konsel, Baubau, Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan serta Muna, adalah daerah yang diandalkan akan menjadi daerah penyumbang suara terbesar untuknya, kendati tak menafikan keberadaan daerah lain yang juga ia jagokan.

“Semua sebagai basis suara. Tapi saya harus memilah yang mana prioritas. Jadi Bombana, Kota Kendari, Konsel, pasar Wajo dan kabupaten sekitar yang satu daratan serta Muna. Sudah ada tim yang selama ini jalan. Ibu sangat optimis. Saat ini nomor urut 4 dan angka 4 simbol kursi. Ibu yakin, Insyaa Allah bisa duduk jadi anggota DPR RI. Maksimalkan meraih 180 ribu suara untuk diri sendiri,” tandasnya.

Reporter : Indri

Komentar