Kendari, SATUSULTRA – Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin, resmi menjadi nakhoda Lembaga Budaya (LB) Muna periode 2026-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah besar (Mubes) IV yang berlangsung hingga pukul 23.15 Wita.
Sempat berlangsung alot, nyatanya seluruh peserta Mubes dari berbagai unsur tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan perempuan, sepakat menetapkan La Ode Darwin sebagai Nakhoda baru menggantikan Prof. Andi Bahrun, M.Agric yang telah demisioner kepengurusannya.

La Ode Darwin dipilih secara aklamasi tanpa ada pesaing. Mengulang kejadian yang sama pada Pilkada Mubar tahun lalu, dimana ia melawan kotak kosong pada perebutan kursi Mubar – 1, Darwin seolah diajak bernostalgia di Mubes IV LBM tersebut. Bupati Mubar itu, melenggang ke kursi Ketua LBM tanpa pesaing. Ia dipercaya oleh para tetua, tokoh pemuda dan tokoh perempuan Muna untuk menakhodai LBM hingga 3 tahun mendatang.
Usai ditetapkan sebagai ketua LBM, La Ode Darwin, langsung dikukuhkan melalui prosesi adat Muna yang disebut “Haroa” yang bermakna syukur pada Sang Pencipta. Panggung Mubes langsung disulap dadakan sebagai tempat Haroa dan diadakan pembacaan doa oleh para imam masjid dari Muna.
Darwin yang diwawancarai usai acara mengatakan, berkomitmen menjadikan LBM sebagai rumah besar masyarakat Muna, baik yang berada di Kabupaten Muna, Muna Barat maupun di seluruh Kabupaten/kota yang ada di Sultra, bahkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Target saya adalah, saya nanti akan rapat dengan teman-teman dan kita akan agendakan silaturahmi akbar masyarakat Muna, yang kita pusatkan di Kota Kendari, yang rencananya akan kita laksanakan setelah lebaran” katanya.
Darwin memiliki mimpi besar, menyatukan masyarakat Muna dari seluruh penjuru di Indonesia, agar orang Muna ini bisa bersatu dan saling membantu.
Menurut Darwin, LBM di bawah kepemimpinannya, akan fokus menjalankan berbagai program sosial dan pelestarian budaya. LBM juga akan mendorong pelatihan adat, penguatan nilai budaya lokal dan pembinaan generasi muda, agar tetap mengenal tradisi dan identitas budaya Muna.
“Kita ingin LBM hadir bukan hanya menjaga budaya, tapi juga menjadi wadah kebersamaan masyarakat Muna di mana pun berada. Kita juga ingin, budaya Muna tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Pelatihan adat, kegiatan budaya dan berbagai program sosial akan menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Darwin menegaskan, ia tidak memiliki orientasi politik pribadi. Ia mengurai, amanah selaku ketua LBM adalah bentuk pengabdian untuk memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Saya ingin fokus membangun persatuan dan membantu masyarakat. LBM ini bukan alat politik, tetapi wadah pengabdian dan pelestarian budaya,” tandasnya. (*)
Reporter : Linri Merinda







Komentar